
Bjornstjerne Martinus Bjornson dilahirkan di Norwegia tahun 1832, masa kecil sekolahnya dihabiskan di Christiana (Oslo). Sejak awal ia telah mengabdi pada perkembangan teater Norwegia, ia menulis dramatisasi puisi namun tak diterbitkan. Minatnya yang besar pada sastra tatkala sekolah, membuat dirinya menjadi kritikus dan menjadi kritisi sastra untuk Morgenbladet pada tahun 1854 selain tulisannya lainnya, dan cerita pendeknya mengiasi koran-koran masa itu.
Tahun 1857 merupakan tahun yang sangat bermakna dalam perjalanan awal karir Bjornson, ia merampungkan drama sejarah yang berjudul Mellem Slagene ( Seputar Pertempuran ) dan sekaligus menjadi Stage Manajer pada Norwegian Theathre di Bergen.
Namun beberapa tahun kemudian ia aktif dalam dunia politik nasional. Kendati disibukan rutinitas politik, ia tetap mempertahankan proses kreatifnya dengan membuat tulisan fiksinya tentang tragedi sejarah dan membuat dongeng bernuansa pedesaan seperti Arne (1858) dan En Glad Gut (1860) yang melukiskan persamaan antara petani dan pahlawan-pahlawan usia lanjut dalam dekade sejaman lebih bersikap diam dan konsisten mencintai petualangan.
Selama tiga tahun (1860-1863), waktunya dihabiskan di luar Norwegia. Terutama Italia, ia sangat dipengaruhi karya Michelangelo dan seni rupa Yunani. Saking kangennya pada negeri Italia, ia pun melakukan tour kedua ( 1873 – 1875 ). Dari hasil pengamatannya yang brilian mengubah pola pemikirannya kearah realism yang sarat masalah social, misalnya naskah drama En Faillit ( Bangkrut ) dan Redaktoran ( Sang Redaktur ) pada 1875. Sedangkan Kongen ( The King ) pada 1877 mengisahkan proses sirnanya cita-cita Kristen dalam masyarakat sekuler saat itu, sehingga menimbulkan keprihatinan yang mendalam. Proses kehilangan membawa pada krisis keagamaan serta penolakan terhadap dogma-dogma gereja.
Pada tahun 1882 , Bjornstjerne Martinus Bjornson merantau ke negeri orang selama lima tahun. Di mana ia mrampungkan En Hanske (1883) sebuah drama yang menyorot kemunafikan terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah seks serta kebebasan yang selalu dijunjung kaun Bohemian.
Selain itu, ia juga menulis novel pendidikan seperti Det flagger I Byen Ong pa havnen (1884), The Herittage Of The Kurts dan Pa Guds Veie (1889) dengan tema toleransi beragama. Karya terakhirnya, Paul lange Og Tora Parsberg (1899) yang mengangkat ide toleransi berpolitik. Adapun kumpulan karya yang terdiri dari Sembilan jilid terbit tahun 1919.
Bjornstjerne Martinus Bjornson, menghembuskan nafasnya tahun 1910, setelah setahun merampungkan novel yang berjudul Nar den ny vin blomstrer (1909).Pemikiran-pemikrannya yang dituangkan dalam karya sastra diganjar dunia melalui penghargaan nobel sastra tahun 1903.

